Jerawat bernanah Mengindikasi Adanya Infeksi
Jerawat dapat ditemukan hampir di bagian
mana saja pada tubuh Anda. Namun, jerawat lebih sering muncul di wajah,
punggung, leher, dada, dan bahu. Ada beragam jenis jerawat, yakni komedo hitam,
komedo putih, papula, dan pustula atau jerawat bernanah.
Pustula atau jerawat bernanah adalah jerawat merah
kecil yang memiliki nanah di bagian ujungnya. Jerawat bernanah ini bisa muncul
ketika Anda mengalami infeksi pada tubuh Anda, di mana sel darah putih tubuh
berusaha untuk melawannya. Hal itulah yang mengakibatkan campuran cairan
pada kulit yang terinfeksi kuman dan sel darah putih mati menjadi nanah.
Saat nanah terbentuk di bawah kulit atau pori-pori kulit Anda, hal itu dapat
menyebabkan terbentuknya pustula atau jerawat bernanah.
Jerawat bernanah atau pustula ini memiliki ukuran yang
lebih kecil, antara 5 hingga 10 milimeter. Timbulnya nanah dapat
mengindikasikan infeksi bakteri atau jamur,. Beberapa jenis pustula juga
dapat timbul yang bukan disebabkan oleh infeksi, pustula jenis ini bersifat
steril dan disebabkan oleh penyakit kulit yang meradang seperti pada pemfigus
atau psoriasis.
Beberapa hal yang dapat menyebabkan timbulnya jerawat
bernanah dan jerawat lainnya adalah perubahan hormonal yang disebabkan oleh pubertas atau kehamilan, obat tertentu seperti pil KB atau
kortikosteroid, memiliki orang tua atau keluarga yang berjerawat, dan menu
makanan atau minuman yang tinggi gula atau karbohidrat seperti keripik atau
roti dan juga makanan yang berminyak seperti: gorengan atau piza
Cara Mengatasi Jerawat Bernanah
Jika Anda mengalami jerawat bernanah, Anda dapat
melakukan beberapa cara mengatasi jerawat tersebut, di antaranya:
- Tidak
memencet jerawat
Jerawat memang mengganggu penampilan, terlebih ketika muncul di wajah. Kondisi ini tidak jarang membuat Anda menjadi tergoda untuk memencet jerawat. Namun hal ini tidak disarankan, karena dapat menimbulkan risiko infeksi dan memicu peradangan yang lebih parah. Jerawat sebenarnya dapat hilang dengan sendirinya jika perawatan kulit Anda dilakukan dengan baik. Jika Jerawat bernanah pecah dengan sendirinya, bersihkan dengan kapas atau kasa steril dan olesi dengan antibiotik salep. Untuk penanganan lebih baik, dan jangan ragu konsultasikan pada dokter spesialis kulit.
- Menggunakan
obat yang dijual bebas tanpa resep dokter
Untuk mengatasi pustula atau jerawat bernanah, Anda dapat menggunakan obat topikal (obat oles) yang dijual bebas di pasaran tanpa resep dokter, seperti losion kalamin atau gel benzoil peroksida. Untuk benzoil peroksida, tersedia dalam bentuk gel dan krim jerawat. Benzoil peroksida digunakan untuk mengeringkan jerawat yang ada dan mencegah timbulnya jerawat baru. Benzoil peroksida ini juga dapat membunuh bakteri penyebab jerawat.
- Menggunakan
sulfur dan asam salisilat
Sulfur adalah ramuan alami dengan aroma khas yang ditemukan pada beberapa losion, pembersih, dan masker. Sedangkan asam salisilat pada konsentrasi tertentu yang sering terkandung dalam sabun dan pembersih wajah berjerawatdapat membantu mencegah pori-pori tidak tersumbat. Ketika pori-pori bersih, kulit wajah pun tercegah dari jerawat.Ketika menggunakan obat salep yang mengandung asam salisilat untuk mengatasi jerawat, hindari penggunaan pembersih wajah yang bersifat mengelupaskan kulit (exfoliator).
- Penggunaan
antibiotik
Jika jerawat bernanah yang Anda miliki sulit untuk diobati dan dihilangkan, biasanya dokter akan memberikan obat antibiotik oral atau topikal untuk membunuh bakteri penyebab jerawat dan mengurangi peradangan. Biasanya, antibiotik hanya digunakan untuk waktu yang singkat, sehingga tubuh Anda tidak membangun resistensi dan membiarkan diri Anda rentan terhadap infeksi. Penggunaan antibiotik disesuaikan dengan kuman penyebab infeksi pada jerawat dan atas anjuran dokter.
- Isotretinoin (Accutane)
Ini adalah obat berbahan dasar vitamin A yang digunakan untuk mengobati kasus jerawat nodular parah. Obat ini digunakan apabila obat-obatan lain sudah dicoba, namun jerawat tidak kunjung hilang. Penggunaan obat jerawat yang mengandung tretinoin tidak boleh diberikan pada ibu hamil, karena dapat menyebabkan cacat pada janin. Efek samping lain dari penggunaan obat salep yang mengandung tretinoin adalah iritasi kulit yang dapat menyebabkan kulit kering dan gatal. Pada saat menggunakan obat salep yang mengandung zat ini, kulit wajah tidak boleh terkena sinar matahari. Penggunaan obat golongan isotretinoin harus dikonsultasikan dengan dokter spesialis kulit.
Selain beberapa cara di atas, jerawat bernanah rupanya
dapat dicegah dengan berbagai cara, seperti cuci muka dua kali sehari dengan
pembersih muka tanpa minyak, hindari paparan sinar matahari, bersihkan wajah
dengan sabun yang lembut untuk kulit dan tidak bersifat iritan, menghindari make
up yang mengandung minyak (cari yang berlabel noncomedogenic),
menghapus make up dan membersihkan kulit Anda secara menyeluruh sebelum
tidur, mandi setelah berolahraga, menghindari pakaian yang ketat, mengonsumsi
makanan yang sehat, dan kurangi stres. Tidurlah minimal 8 jam setiap malam.
Jika Anda telah melakukan berbagai cara untuk
mengobati jerawat bernanah namun tidak ada hasilnya, Anda disarankan untuk
segera konsultasikan keadaan Anda pada dokter spesialis kulit untuk mendapatkan
penanganan dan pengobatan yang tepat untuk Anda.
Demikian
artikel tenttang penyebab jerawat bernanah, semoga bermanfaat, terimakasih
telah berkunjung

0 komentar:
Posting Komentar